Senin, 23 Januari 2012

DEVISA NEGARA (Mustika)


01. Pengertian Devisa

Krisis ekonomi tahun 1998 berdampak pada cadangan devisa Indonesia berkurang secara drastis. Banyak pemodal yang mengalihkan modalnya dalam jumlah besar ke negara lain, sehingga berakibat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami depresiasi yang sangat besar. Hal ini berdampak pada cadangan devisa kita terus berkurang, mengingat alat pembayaran internasional yang dapat diterima dengan mata uang asing (valuta asing) yaitu dolar Amerika disamping mata uang asing lainnya.

Devisa adalah semua benda yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran luar negeri dan dapat diterima di dunia internasional.
Istilah devisa mengacu pada pemilikan valuta asing dan kegiatan memperdagangkan valuta asing.

Perhatikan pernyataan berikut ini!
1. Data dari berbagai sumber, jumlah TKI kita di luar negeri mencapai angka sekitar 8 juta orang, dengan penghasilan minimal Rp.10 juta – Rp.20 juta setahun per orang.
2. Penjual cenderung menjual barang karena takut harga makin turun. Di lain pihak, pembeli cenderung menunggu dan menunda membeli dengan harapan harga akan turun peredaran uang palsu dapat berpengaruh pada tingkat inflasi.
3. Uang palsu beredar dalam jumlah besar dapat berpengaruh pada nilai mata uang sebagai alat transaksi yang sah. Dengan begitu akan berpengaruh pada perekonomian Indonesia.

Dari pernyataan tersebut mana yang berhubungan dengan devisa?
Pernyataan yang berhubungan dengan Devisa adalah pernyataan 1 dan 2.
02. Jenis-jenis Devisa
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, berkaitan dengan kegiatan ekspor impor, yang tentunya sangat menunjang penambahan devisa negara.
Jenis Devisa terdiri atas :
  1. Valuta asing, yaitu mata uang yang dapat diterima oleh hampir semua negara di dunia (seperti US Dollar ($), Yen Jepang, Euro, Poundsterling Inggris), dan dapat diperjual belikan.
  2. Emas, emas mempunyai sifat convertible yakni semua orang (negara) mau menerima emas sebagai alat pembayaran internasional yang sah dalam bentuk batangan bukan dalam bentuk perhiasan.
  3. Surat berharga yang berlaku untuk pembayaran internasional, seperti
    • Special Drawing Rights (SDR) adalah hak kredit bagi negara anggota IMF bertujuan untuk membantu Negara anggota yang mengalami kesulitan dalam pembayaran internasional.
    • Cable Order ( Telegraphic Transfer) merupakan cek yang dikirimkan melalui telegram atau radiogram atau telepon dari bank di dalam negeri dengan bank di luar negeri.
    • Bill of Exchange (Wesel) merupakan surat perintah kepada bank untuk membayarkan sejumlah uang kepada seseorang.
    • Traveller Cheque (TC) adalah cek untuk berpergian biasanya dibawah oleh turis dan dapat dicairkan pada bank-bank perwakilannya.

Dari uraian tersebut kita dapat ketahui jenis-jenis devisa dikelompokan sebagai :
  1. Devisa umum, yaitu devisa yang diperoleh dari hasil ekspor, penjualan jasa dan bunga modal.
  2. Devisa kredit, yaitu devisa yang diperoleh dari hasil pinjaman kredit luar negeri.
Apakah yang dimaksud dengan Ekspor dan langkah-langkah apakah yang dilakukan untuk mengembangkan ekspor?
Ekspor adalah kegiatan menjual barang dan jasa ke pasar luar negeri. Orang atau badan yang menjual barang ke luar negeri disebut eksportir. Biasanya, harga barang-barang yang diekspor ini lebih murah di dalam negeri jika dibandingkan dengan harga barang yang sama di luar negeri. Kegiatan ekspor akan menghasilkan keuntungan. Dengan adanya ekspor, pemerintah akan memperoleh pendapatan berupa devisa. Semakin banyak ekspor, semakin besar devisa yang diterima negara.
Agar ekspor dapat terus meningkat diperlukan langkah-langkah untuk mengembangkan ekspor antara lain ;
  1. Melakukan diversifikasi produk ekspor yakni dengan usaha menambah macam barang yang diekspor ke luar negeri. Misalnya mulanya negara kita hanya mengekspor minyak mentah, kemudian menambah produk ekspor menjadi minyak mentah, karet dan hasil pertanian.
  2. Memberikan fasilitas kepada produsen barang ekspor. Misalnya kemudahan impor bahan yang diperlukan untuk industri komiditas ekspor. Jika harga barang tersebut menjadi murah di dalam negeri, maka akan menjadi lebih mampu bersaing di pasar internasional.
  3. Mengendalikan harga di dalam negeri untuk dapat bersaing di pasar internasional.
  4. Menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan memberikan kemudahan-kemudahan seperti penurunan bea ekspor.
  5. Mengadakan perjanjian internasional dalam rangka meningkatkan hubungan dengan Negara-negara lain baik secara bilateral maupun multilateral.
  6. Meningkatkan kegiatan promosi dagang di luar negeri yakni dengan mengadakan pameran produk-produk di luar negeri.
  7. Membina dan memberi informasi kepada para eksportir agar lebih profesional untuk memasarkan produk di luar negeri
Setelah mengetahui jenis-jenis devisa, perhatikan pernyataan berikut ini!
  1. Kegiatan ekspor minyak kelapa sawit.
  2. Memperoleh hibah dari negara sahabat untuk pembangunan.
  3. Pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.
  4. Kegiatan industri pariwisata.
  5. Hutang luar negeri.
  6. Penerimaan bunga atas valuta asing.
Manakah yang termasuk Devisa umum dan devisa kredit?
Pernyataan yang termasuk Devisa umum adalah no 1,3,4 dan 6 sedangkan yang termasuk Devisa kredit adalah no 2 dan 5.
03. Fungsi Devisa
Kegiatan jual beli valuta asing menggambarkan aktivitas perdagangan, yang dapat mempengaruhi cadangan devisa suatu negara. Orang atau lembaga yang membutuhkan valuta asing antara lain :
  1. Pemerintah, membutuhkan valuta asing untuk membiayai perwakilan-perwakilannya di luar negeri, menyelesaikan utang luar negeri, membayar bunga dan keperluan luar negeri lainnya.
  2. Rumah tangga, membutuhkan valuta asing untuk membiayaan keluarganya belajar di luar negeri.
  3. Wisatawan, membutuhkan valuta asing untuk berbelanja atau mencukupi kebutuhannya di luar negeri.
  4. Perusahaan asing, membutuhkan valuta asing untuk membayar dividen pemegang saham di luar negeri.
  5. Para Importir, membutuhkan valuta asing untuk membayar eksportir di luar negeri.
  6. Para Investor, membutuhkan valuta asing untuk menyelesaikan kewajibannya terhadap orang di luar negeri.
Dari uraian tersebut dalam kegiatan perdagangan internasional devisa dapat berfungsi sebagai :
  1. Alat pembayaran luar negeri (perdagangan, ekspor, impor, dan seterusnya)
  2. Alat pembayaran utang luar negeri.
  3. Alat pembiayaan hubungan luar negeri, misalnya perjalanan dinas, biaya korps diplomatik kedutaan dan konsultan, serta hibah (hadiah, bantuan) luar negeri.
  4. Sebagai sumber pendapatan negara.
04. Sumber Devisa

Sumber Devisa Negara diperoleh dari :
  1. Hasil ekspor barang, semakin besar nilai ekspor suatu negara maka semakin besar penerimaan devisanya.
  2. Pinjaman luar negeri / hutang luar negeri. Apabila suatu negara mendapat bantuan dari luar negeri maka ada penerimaan valuta asing.
  3. Penerimaan bunga dan deviden luar negeri
  4. Penerimaan hadiah dan sumbangan luar negeri.
  5. Pengiriman mata uang asing dari orang Indonesia yang ada di luar negeri.
  6. Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia akan membelanjakan uangnya di Indonesia, dengan demikian Indonesia menerima devisa.
05. Kegunaan Devisa

Devisa yang diperoleh dari berbagai sumber digunakan untuk berbagai tujuan. Kegunaan devisa, antara lain :
  • membiayai kegiatan perdagangan luar negeri.
  • membayar barang-arang impor dari luar negeri.
  • membiayai kedutaan / konsultan di luar negeri.
  • membayar hutang luar negeri.
  • membayar bunga atas pinjaman luar negeri.
  • membiayai perjalanan dinas pejabat ke luar negeri.
  • membiayai pengiriman misi kebudayaan / kesenian / kontingen olah raga ke luar negeri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar